Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mari Berdiskusi dan Berpikir

Autism Awareness Day

Happy autism awareness day! Setelah lama tidak pernah lagi membuka catatan kecil ini, lalu tiba-tiba jadi rindu untuk menulis. Bukan karena sudah tidak ada lagi ide-ide yang meracau di kepala, tetapi karena ide-ide tersebut selalu muncul di saat yang tidak tepat. Contohnya saja ketika tiba-tiba saya lagi mau tidur dengan perlengkapan tidur yang sudah mantap, lalu pikiran melayang kemana-mana, jadi agak malas rasanya untuk membuka komputer dan membiarkan jari-jari ini menari. Anyway .. hari ini sebenarnya adalah hari yang cukup menarik untuk saya. T oday is Autism Awareness Day ! Banyak teman-teman saya yang memposting beberapa gambar-gambar mengenai event hari ini. Adapula yang tidak lupa menambahkan kalimat-kalimat " Autism is not a joke " Apa sih maksudnya? Sebenarnya lebih kepada penggunaan kata 'autis' yang seringkali merujuk pada perilaku orang yang suka 'asik sendiri dengan dunianya'. Jadi, tidak jarang pula orang-orang akan bercel...

Question of Life (?)

Sehabis berbincang-bincang dengan seorang teman, saya kemudian berpikir akan pertanyaan-pertanyaan yang sering kali menjadi acuan akan jalan hidup seseorang. Pernah ada orang yang berkata pada saya kalau hidup seseorang itu dirancang hanya untuk mengikuti jalur yang sudah ada, yang kemudian menjadi tuntunan orang-orang untuk berani lancang bertanya pada orang lain akan hal-hal yang harusnya terjadi pada orang tersebut. "Mau kuliah dimana?" Pertanyaan pertama yang mulai saya dapatkan ketika saya berhasil lulus SMA. Pertanyaan yang seakan-akan memberi sejuta ton pemberat untuk hidup saya karena seolah-olah saya harus masuk ke perguruan tinggi terbaik di dunia. "Kapan lulus?" Pertanyaan retorik basa-basi yang akan selalu ditanyakan semua orang melihat angka semester saya yang sudah semakin membengkak. Yang pada akhirnya menuntun saya pada masa-masa jatuh-bangun. Membuat saya hanya terpacu untuk cepat keluar dari tempat itu, membuktikan bahwa saya berhasil ...

Mimpi saya untuk mereka - penolong skripsi saya!

Beberapa hari belakangan ini, saya jadi teringat komentar teman-teman atau orang-orang yang bertanya tentang tugas akhir saya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya sangat klise dan bisa saya jawab apa adanya. Karena penelitian saya berhubungan dengan orang Tunarungu, dan ternyata pas nya lagi, di try out saya yang (Alhamdulilah) ke-tiga kalinya, saya diminta untuk ganti metode sama dosen pembimbing saya. Pada awalnya, cara saya mengambil data adalah dengan metode survei dengan mengisi skala/kuestioner, lalu, karena data saya tak kunjung valid, dosen pembimbing saya yang pantang menyerah dengan penelitian saya, mengusulkan saya untuk mengambil metode wawancara untuk mengambil data. http://maxcdn.fooyoh.com Pertanyaannya adalah: "Bagaimana cara mewawancara mereka?" Pertanyaan itu sering sekali ditanyakan oleh orang-orang yang tahu mengenai seluk-beluk skripsi saya. Ada yang keheranan, ada yang merasa itu cukup mustahil, ada yang merasa saya ini becanda, atau bahkan a...

Me vs Friendship

Beberapa waktu belakangan ini, saya merasa belum menjadi seorang teman yang sepenuhnya baik. Bukan berarti saya nggak pernah  ada kalau teman saya lagi butuh saya atau saya meng- ignore  teman saya yang lagi susah. Tapi, lebih tepatnya, saya bukanlah orang yang suka me maintain  hubungan pertemanan itu sendiri. Sikap saya ini sebenarnya tidak terlalu merugikan buat diri saya sendiri dan sebenarnya tidak pandang bulu. Tapi, terkadang saya merasa jahat aja kalau mem- flash back  apa-apa saja yang tidak saya lakukan ke orang-orang yang pernah saya kenal. So ... Saya ini semakin lama merasa malas untuk mengkontak orang-orang yang saya kenal. Gampangnya saja, setelah saya nggak ambil mata kuliah lagi, saya jadi jarang ke kampus kalo nggak ada perlunya. Jarang SMS or WatsApp teman-teman saya untuk sekedar basa-basi. Bahkan, kalo di kampus ketemu, saya kadang malaaassss sekali nyapa orang. Terkadang parahnya lagi, saya bukannya nggak mau nyapa, tapi saya l...

Life is Expensive!!

Hello January ! Hello 2012 ! Long time nggak berbincang-bincang di tempat ini .. Well, setelah saya susah sekali mendapatkan mood buster buat menulis, tiba-tiba ada satu hal yang ingin saya share untuk pertama kalinya di tahun 2012 ini.. Well .. setelah saya mengalami pergantian tahun yang cukup melelahkan dan menjengkelkan -- karena berarti sebentar lagi saya mau ulang tahun, and I'll be older -- saya mendapat sebuah hadiah spesial dari bapak saya. Voucher belanja di Carrefour sebanyak Rp 200.000,00. Buat saya, voucher itu banyak banget! Yah, namanya aja anak kost'an. Mau dikasih berapa pun pasti juga kerasa banyak. Yang penting kan gratis! Nah .. akhirnya hari ini saya pun mencoba untuk membelanjakan voucher tersebut bersama pacar saya tercinta. Pada awalnya, rencana saya itu mem belanjakan setengah dari voucher yang saya punya, yaitu Rp 100.000,00 dengan back-up plan untuk nambah sendiri sisa dari bill tagihannya. Saya : "Yank, nanti kal...

airport

Pernah dengar pepatah yang bilang kalau di setiap pertemuan pasti ada perpisahan? Mungkin, pepatah itu memang ada benarnya walaupun kita nggak pernah bisa mastiin kapan waktunya dan dimana tempatnya. Tapi, buat saya, salah satu tempat yang sepertinya bisa ngebuat saya benar-benar mendapatkan feel'nya untuk bertemu dan berpisah sama orang adalah bandara. Yap! Bandara. Sangat jelas kalau dari tempat itu orang bisa terbang pergi kemana pun dan kembali lagi pakai pesawat terbang. Nggak jarang juga kalau saya lagi nongkrong di bandara, saya sering banget ngeliat orang pada nangis-nangis karena mau pisah sama keluarganya, pacarnya, temennya, atau mungkin cuma kenalannya. Tapi, nggak jarang juga di terminal kedatangan banyak banget raut muka orang-orang yang sumringah karena bertemu orang yang sudah dinanti-nanti. How magical that place is! Nggak hanya observasi langsung, saya inget jaman saya SD dan saya nonton film Indonesia yang waktu itu lagi ngehitz banget, Ada Apa Dengan Cinta (...

Radio

So listen to the radio (listen to the radio) And all the songs we used to know, oh, oh So listen to the radio (listen to the radio) Remember where we used to go... One simple word can be define with so many other words. A word itself can express so many other feelings and describe so many other thing that related to it. Untuk saya, sebuah kata "radio" artinya besar banget. Dan hari ini, sengaja saya tulis posting saya tepat tanggal 19 Agustus 2011 diantara pukul 22.00-24.00. Why? Hari ini memang gag bersejarah untuk diri saya, tapi mungkin akan sangat diingat oleh salah seorang penyiar favorit saya yang juga jadi pacar saya. Sebut saja dia 'Gembul'. Gembul adalah orang yang pernah jadi salah satu magnet saya untuk bisa stay di dalam perpustakaan di waktu yang sama setiap harinya dan di tempat yang sama. Dengan laptop terbuka dan koneksi Yahoo Messenger yang selalu on line, saya bercokol di tempat itu semaksimal mungkin selama pukul 11.00-14.00 setiap harinya. ...

menjadi orang bermuka dua atau jadi musuh sejagad raya?

Ini posting saya setelah sekian lama saya nggak ngerasa punya feel untuk nulis. Bener juga kata teman saya, kalo saya lagi senang, saya nggak akan pernah menulis. Kenapa? Jawabannya gampang, karena kalo orang lagi senang, dia nggak perlu mengadu ke siapa-siapa. Tapi, kalo orang galau atau lagi sedih, dia pasti akan nyari temen bicara yang nggak perlu banyak berkomentar. Dan..akhirnya pasti akan terbit sebuah tulisan yang katanya jauh lebih mengena di hati. Saat ini, saya bukan lagi galau. Kalo dibilang sedih juga nggak terlalu, tapi mungkin saya cuma lagi kecewa aja. Tapi, bukan berarti saya juga mengesampingkan hal-hal lain yang ternyata bikin saya luar bisa senang beberapa hari ini. Saya merasa bimbang dengan keputusan yang saya buat. Saya merasa apa yang sudah saya lakukan adalah hal yang paling tepat yang bisa saya lakukan. Untuk menyelamatkan diri saya dari sebuah obsesi yang tinggi dan juga untuk berbicara sejujur mungkin. Sudah lama memang saya menyimpan sebuah kekesalan di hat...

Firework . .

You just gotta ignite the light and let it shine Just on the night like the 4th of July 'Cause baby you're a firework Come on show them what you worth Make them go, oh,oh ,oh As you shoot across the sky (Katy Perry - Firework) A few weeks ago, I have just watched one of the Glee's episode. And, on that movie, there's a kissing scene where the guy feels like he's seeing fireworks when he kiss the girl. And so, I was wondering at that moment, did I ever feel any fireworks in my life? Okay, so we're not talking about the 'kissing' part only, but what I'm trying to say is about the sparkles that we've ever feel when we do something that we really-really wanted and we really-really love. So, as I checked through my memories that I still remembered, I've found some of my experiences that makes me feel like a firework! 1. Kiss! Well now just take a look back again for a while. When I was young, stupid, fool, and have a strong curiosity about what a ...

love version

Here I am, again. Mencoba untuk menuliskan semua pikiran abstrak yang ada di otak saya. Menjelajahi sebuah kata 'definisi'. Saya percaya bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang sama, tidak ada seorang pun yang sama, dan bahkan tidak ada suatu perasaan pun yang sama. Termasuk dengan sebuah perasaan yang sering disebut orang sebagai CINTA. Kalau orang sudah mulai mencoba untuk menjelaskan arti kata cinta, dari sana cerita cinta itu dimulai ... Cinta menurut beberapa orang adalah sebuah kondisi yang tidak terkontrol dimana tidak pernah ada batasan untuk memberikan perhatian kebahagiaan. Bagi beberapa orang, cinta bisa saja tiba-tiba ditemukan pada kondisi yang tidak pernah terduga. Terkadang hilang secara perlahan-lahan. Atau, tiba-tiba cinta bisa saja langsung pergi begitu saja. Disamping kisah-kisah dongeng yang memaparkan 'happy ending' dan 'happily ever after' ataupun kisah tragis 'Romeo and Juliet', bagi saya cinta adalah hal yang lain. Cinta adalah ...

keluh kesah di suatu petang

Lagi dan lagi saya terdiam di depan laptop saya. Saya kembali memutar otak saya yang sebenarnya sudah cukup nge-hang untuk kembali bekerja. Saya benar-benar tidak habis pikir, mengapa di depan mata saya masih ada selembar halaman kosong Microsoft Word yang tidak saya utak atik. Saya cuma melamun dan termanggu di balik pijaran lampu tempat makan ini. Saya tahu kalau saya seharusnya menyelesaikan tugas ini beberapa hari yang lalu saat otak saya masih segar dan tidak memiliki keinginan untuk berganti haluan. Tapi, ya sudahlah, terima atau tidak, saya harus menyelesaikannya saat ini. Apa yang membuat saya resah adalah saya harus memilih topik untuk kuliah seminar saya yang notabene saya ambil terlalu cepat. Jujur, saya sempat berpikir apakah langkah saya untuk mengambil mata kuliah tersebut terlampau nekat dan tergesa-gesa. Tapi, saya terlanjur merajut harapan saya setinggi langit dan berharap kalau di awal tahun depan saya sudah bisa menyelesaikan skripsi saya. Lalu saya ter-pause sekian ...

bioskop + no Hollywood = no hope ?

Beberapa waktu belakangan ini ada sebuah berita yang cukup membuat saya terkejut setengah mati dan membuat saya cukup jengkel sampai saya ingin melempar asbak ke muka orang. Berita itu saya yakin juga sudah terdengar sampai ke seluruh penjuru Indonesia. Berita mengenai kenaikan pajak impor barang, dalam kasus ini lebih spesifiknya adalah mengenai film-film impor atau kebanyakan film-film Hollywood yang akhirnya mengakibatkan MPA (asosiasi produsen film Amerika) mulai menarik film-filmnya untuk beredar di Indonesia semenjak tanggal 17 Februari 2011. Hal yang membuat saya merasa sangat heran mengenai masalah ini adalah mengenai alasan dirjen pajak dalam menaikkan pajak tersebut. Saya sempat mendengar beberapa perbincangan di televisi mengenai hal tersebut dimana salah satu alasan dirjen pajak membuat kebijakan baru tersebut adalah untuk mendorong produksi perfilman Indonesia. Sehingga, diharapkan film Indonesia bisa diproduksi lebih banyak dan orang Indonesia lebih banyak menonton hasil ...

gelap

Malam ini, saya mendapati sebuah fakta yang cukup menarik. Ketika saya pulang ke kost saya menjelang jam 10 malam, ternyata lingkungan di sekitar kost saya mati lampu, dan tentunya tidak terkecuali kost saya yang akhirnya menjadi gelap gulita. Sewaktu saya masuk ke dalam, saya mendapati beberapa teman kost saya berkumpul di salah satu kamar di samping kamar saya yang ada emergency light-nya. Dan, saya hanya menyapa mereka dengan ala kadarnya karena memang tidak tertarik untuk bergabung, mengingat bantal guling saya terasa lebih 'mengundang'. Namun, yang tiba-tiba terlintas di pikiran saya adalah 'apakah mereka berkumpul bersama-sama dalam malam ini karena takut akan gelap?'. Well, mungkin mereka berkumpul bukan karena mereka takut akan gelap, tapi pikiran tersebut cukup membuat saya teringat beberapa orang yang saya tahu takut akan gelap. Untuk saya sendiri, saya jauh lebih memilih untuk tidur di tempat yang gelap gulita daripada terang benderang. Mungkin, banyak orang ...

lagu - galau - irasional ?

Video klip di atas baru aja saya download. Lagu ini aja sebenarnya baru saya dengar beberapa jam yang lalu waktu saya lagi berkendara pulang dari Ibukota menuju ke kota hujan ini. Mungkin, kalau sebelumnya tidak ada orang yang pernah menyinggung akan lagu ini, saya juga pasti tidak akan begitu penasaran dengan lagu ini. Tapi, satu hal yang membuat saya menjadi cukup penasaran dan terhubung dengan lagu ini adalah karena kemarin pacar saya baru nyinggung-nyinggung lagu ini. Well, a lil spoiler, kemarin saya baru aja ngerjain dia dengan menghindari semua kontak komunikasi dengan dia. Padahal kita lagi ngejalanin PJJ. Wajar, kalau akhirnya dia jadi kebingungan nyariin saya. Apalagi SMS terakhir yang saya kirim ke dia lumayan bisa ngebuat orang jantungan. And, saya nggak tahu gimana, tiba-tiba dia jadi galau sambil ngedengerin lagu ini. Hehehe. So, saya menelaah satu lagu Vierra yang satu ini. Sama seperti beberapa lagu milik mereka yang lain, nada-nadanya cuup familiar dan gampang diinget ...

tidak lagi menggenggam pasir terlalu keras ...

".. saat orang merenungkan lagi keputusan-keputusan yang akan mereka buat, biasanya mereka berubah pikiran..... karena butuh keberanian yang besar untuk memulai suatu langkah baru.." (Paulo Coelho - The Winner Stands Alone) Kemarin tiba-tiba saya teringat akan sebuah quote yang berbunyi, "Cinta itu seperti pasir, jangan digenggam terlalu keras atau ia akan terlepas.". Bisa dibilang quote itu cukup menggelitik saya dan cukup membuat saya sedikit merasa sedikit tersindir. Saya kemudian mencoba untuk mereka ulang kembali akan hal-hal apa saja yang sudah saya lewati, dan betapa seringnya saya mencoba untuk menggenggam pasir itu dengan begitu keras sehingga seringkali pasir-pasir itu terlepas dari genggaman saya perlahan-lahan. Salah satu pengalaman saya adalah mengenai sebuah kejadian yang baru saja terjadi. Betapa dengan sekuat tenaga saya mencoba untuk mengatur orang yang saya sayang. Sebuah anggapan bahwa saya selalu ingin mencoba untuk melindungi dia dari sebuah ra...

You are needed on the bench !

"Coba, kapan kita pernah menang waktu timnya nggak lengkap?" - x Pernah melihat film? Pasti di sebuah film atau di suatu cerita akan ada seorang atau beberapa pemeran utama dan ada beberapa pemeran figuran. Figuran memang terkadang hanya menjadi orang yang hanya muncul sesaat bahkan terkesan tidak berarti. Tetapi coba dibayangkan kalau sebuah film hanya terdiri dari beberapa pemeran utama tanpa adanya figuran sama sekali. Bukankah film atau cerita itu malah menjadi tidak apik? Sama seperti hidup. Kita adalah hero-pemeran utama dalam cerita hidup kita sendiri. Namun, memang terkadang tidak di semua kisah hidup yang kita alami kita dapat menjadi yang paling unggul, paling diandalkan, atau mungkin paling dielu-elukan. Tetapi, bukan berarti menjadi seorang figuran dalam sebuah scene kehidupan membuat peran kita menjadi tidak penting. Sama halnya dalam sebuah tim. Pasti ada orang-orang yang terlihat begitu menonjol. Keren, begitulah istilah yang digunakan para perempuan dalam meny...

ketidakwarasan itu pilihan !

Sebuah film menyadarkan aku semalam. Film yang sebenarnya udah berkali-kali aku tonton tapi baru tadi malam aku baru benar-benar mengenal esensinya. the Holiday. Itu judul filmnya. Film drama buat liburan natal yang sebenarnya udah keluar cukup lama, tapi baru sekarang aku benar-benar menikmatinya. Satu hal yang bisa tiba-tiba aku tangkap. Saat orang menjadi sangat tidak waras karena suatu hal, jangan salahkan orang lain karena hal itu. Salahkan diri mereka sendiri. Karena mereka tahu sebenarnya apa yang mereka hadapi, apa yang mereka lakukan, apa yang mereka pilih, dan mereka juga sangat sadar kalau mereka sebenarnya memilih untuk menjadi orang yang menderita dan menjadi tidak waras. Aku. Sebagai contoh. Sering aku menyembunyikan ketidakwarasanku dalam sebuah topeng yang handal sehingga tidak akan ada orang yang menyadari hal tersebut. Sering aku merasa sangat depress dengan suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginanku. Tapi, aku tidak pernah menghindarinya, aku malah membuat diriku...

aren't we in this together ?

We're all in this together Once we know That we are We're all stars And we see that We're all in this together And it shows When we stand Hand in hand Make our dreams come true Saat beberapa orang ingin menyatukan visi dan misinya dalam suatu hal, jelas semua harus bisa berjalan bersama. Apalagi kalau tujuan yang ingin dicapai itu sama dan memiliki kebutuhan yang sama pula. We're all in this together! Semua harus bersama-sama. Tahu kenapa? Karena mereka menginginkan hal yang sama dan jelas kalau mereka nggak akan bisa maju kalau mereka nggak bersama-sama bekerja disana. Mereka nggak mungkin bisa menuju pada tujuan utama kalau mereka sama sekali nggak mau peduli dan sendiri-sendiri. Apa pun. To make our dreams come true. Nggak usah muluk-muluk. Dari ngerjain tugas kuliah dulu aja. Kalo emang itu tugas individu, ya memang nggak bisa ikut campur lagi. Tapi kalau itu tugas kelompok, apakah kita sudah punya kesadaran penuh kalau kita harus bekerja bersama untuk nyelesaiin it...