Skip to main content

Blow Me One Last Kiss



White knuckles
And sweaty palms from
Hangin' on too tight
Clenched shut jaw
I've got another
Headache again tonight

Eyes on fire, eyes on fire
And they burn from all the tears
I've been cryin', I've been cryin'
I've been dyin' over you

Tie a knot, in the rope
Tryin' to hold, tryin' to hold
But there's nothing to grab
So I let go

I think I've finally had enough
I think I maybe think too much
I think this might be it for us
Blow me one last kiss

You think I'm just too serious
I think you're full of shit
My head is spinning, so
Blow me one last kiss

Just when it can't get worse
I've had a shit day
You had a shit day
We've had a shit day

I think that life's too short for this
Want back my ignorance and bliss
I think I've had enough of this
Blow me one last kiss

I won't miss
All of the fighting
That we always did
Take it in
I mean what I say
When I say there is nothing left

No more sick, whiskey dick
No more battles from me
You'll be callin' a trick
'Cause you no longer sleep

I'll dress nice, I'll look good
I'll go dancin' alone
I will laugh, I'll get drunk
I'll take somebody home

I think I've finally had enough
I think I maybe think too much
I think this might be it for us
Blow me one last kiss

You think I'm just too serious
I think you're full of shit
My head is spinning, so
Blow me one last kiss

Just when it can't get worse
I've had a shit day
You had a shit day
We've had a shit day

I think that life's too short for this
Want back my ignorance and bliss
I think I've had enough of this
Blow me one last kiss

Da da da da da
Da da da da da
Blow me one last kiss
Da da da da da
Da da da da da
Blow me one last kiss

I will do what I please
Anything that I want
I will breathe, I will breathe
I won't worry at all

You will pay for your sins
You'll be sorry, my dear
All the lies, all the why's
Will all be crystal clear

I think I've finally had enough
I think I maybe think too much
I think this might be it for us
Blow me one last kiss

You think I'm just too serious
I think you're full of shit
My head is spinning, so
Blow me one last kiss

Just when it can't get worse
I've had a shit day
You had a shit day
We've had a shit day

I think that life's too short for this
Want back my ignorance and bliss
I think I've had enough of this
Blow me one last kiss

Na na na na
Da da da da
Na na na na
Da da da da
Blow me one last kiss

Na na na na
Da da da da
Na na na na
Da da da da
Blow me one last kiss

Just when it can't get worse
I've had a shit day
You had a shit day
We've had a shit day

I think that life's too short for this
Want back my ignorance and bliss
I think I've had enough of this
Blow me one last kiss

Comments

Popular posts from this blog

536 days of ‘Kambing dan Kebo’

So, that’s it . 536 days of the love story between me and him. So, mari saya perkenalkan dengan dua tokoh utama dalam tulisan yang akan saya bagi ini. Yang pertama adalah Kambing . Seorang cowo yang saya anggap cute banget dengan kawat gigi dan rambut ‘jatuh’nya, dengan perawakan tinggi nan kurus sekali tapi saya selalu anggap sexy. Seseorang yang membuat saya menjadi diri saya hari ini. Orang yang akhirnya membuat saya tahu, apa artinya ‘jatuh cinta’. Dan, Kebo . Itu saya. Dan, saya itu …. Well, nanti Anda juga akan tahu dengan sendirinya. Kisah ini dimulai pada tanggal 8 Maret 2009. Oups .. bukan! Sebenarnya kisah ini dimulai jauh sebelum tanggal itu pernah ada. Tapi, sejujurnya saya juga sedikit lupa kapan semua ini dimulai, jadi mungkin saya akan kembali bercerita di moment ketika saya ingat saja. ^_^ Hari itu ada jadwal KRS on line, Anda yang kuliah pasti tahu apa itu, untuk yang tidak tahu mungkin bisaa googling dulu. (hehehe..) well, hari itu bukan pertama kali saya kenal dengan...

hidup yang belum berakhir

Perempuan itu terdiam. Langkahnya terhenti dengan segera. Nafasnya tersengal-sengal, seperti seorang pelari maraton yang baru mencapai finish. Tetapi, perempuan itu belum berlari, berjalan pun hanya sesaat. Ia terdiam. Tercekat sambil mengelus dadanya. Mencoba untuk merapikan kembali barisan nafas yang sulit untuk kembali diatur. Perempuan itu mencoba untuk meraih pegangan jalan yang ada di sampingnya. 'Jangan!' Pekik perempuan itu dalam hati. Seribu doa ia panjatkan di dalam hatinya. Mencoba untuk menguatkan tubuhnya sendiri dari serbuan bayangan gelap yang mencoba untuk meraih kesadarannya. 'Tidak sekarang.' Katanya lagi pada dirinya sendiri. Perlahan ia mulai kembali membuka nafasnya, mencoba untuk meraih kesadarannya yang hampir terenggut, kembali berusaha untuk melangkahkan kakinya kembali. Perempuan itu menarik nafas panjang. Perempuan itu bangkit. Menyunggingkan sebuah senyum sinis yang masih terlihat manis. 'Aku menang.' Perempuan itu tersenyum atas rasa...

another hard decision, a story

"Nah, kalau kamu sendiri seperti apa?" ia mencondongkan badannya ke arahku. "Seperti apa gimana?" kuteguk lagi es jeruk itu yang sebenarnya sudah mau kubuang karena terlalu asam. Aku menhindari tatapannya. Seperti disengat seekor lebah, aku merasa degub jantungku bertambah kencang dua kali lipat. "Iya, kalau kamu seperti orang-orang itu nggak? Yang suka bohongin aku." ia berkedip sambil tersenyum. Bukan senyum yang menyebalkan memang. Oh, aku selalu suka senyumnya. "Nggak kok! Kamu tahu aku seperti apa aku ini .. " "Ya kan?" tanyaku lagi. Pada diriku sendiri tepatnya. Bodohnya aku mengungkit masalah yang ternyata malah menjadi bumerang tersendiri bagiku. Aku tidak tahu bagaimana percakapan ini bisa sampai pada topik ini. Topik yang sama sekali tidak pernah aku inginkan untuk dibicarakan. "Kok kamu malah tanya balik sama aku? Hehehe. Aku tahu kok, kamu nggak gitu. Jujur donk kalo gitu sekarang, sayang." balasnya k...