Skip to main content

about u, mbul ...


I should curse the heaven above from giving me such bad attitude
I should curse you for making me that way
for the way that somehow .....
.... when I see you, I just want to shout
when I see you .. my mind just want to explode
and all of the cursing and the swearing just come up so easily from my mouth

... 'till I realized the look in your face
How you've been hurt,
by me
How you've chosen to be strong all the time
to not loosing your control
and be the man who always ready to be hurt

'Till I realized
How sometimes a tear just want to come down from your face
... how you hold it so I wouldn't have to see it

How sometimes my ignorance is just too much
.. 'till I cry and still your arms will always be there

To hold me so I won't fall apart

To cry with me, and feel my deepest feeling that I can't ever reveal

and So I curse you with that ..
To be so weak yet so strong,
So I can't be too far from you

and Imagening how the distance will keep us apart one day,
.... just killing me inside

Thus,
I curse you for that
For making me fall so deep into you...

.. For making me feel like,
I'm loved ..


Comments

Popular posts from this blog

another hard decision, a story

"Nah, kalau kamu sendiri seperti apa?" ia mencondongkan badannya ke arahku. "Seperti apa gimana?" kuteguk lagi es jeruk itu yang sebenarnya sudah mau kubuang karena terlalu asam. Aku menhindari tatapannya. Seperti disengat seekor lebah, aku merasa degub jantungku bertambah kencang dua kali lipat. "Iya, kalau kamu seperti orang-orang itu nggak? Yang suka bohongin aku." ia berkedip sambil tersenyum. Bukan senyum yang menyebalkan memang. Oh, aku selalu suka senyumnya. "Nggak kok! Kamu tahu aku seperti apa aku ini .. " "Ya kan?" tanyaku lagi. Pada diriku sendiri tepatnya. Bodohnya aku mengungkit masalah yang ternyata malah menjadi bumerang tersendiri bagiku. Aku tidak tahu bagaimana percakapan ini bisa sampai pada topik ini. Topik yang sama sekali tidak pernah aku inginkan untuk dibicarakan. "Kok kamu malah tanya balik sama aku? Hehehe. Aku tahu kok, kamu nggak gitu. Jujur donk kalo gitu sekarang, sayang." balasnya k...

"Maaf, apakah saya mengenal Anda?"

Aku ingin membunuhnya. Suara-suara yang meracau ketika aku tengah terbangun. Ikut terdiam ketika aku butuh untuk dinina-bobokan. Aku membencinya karena ia datang ketika aku tidak menginginkannya. Membuatku terjaga dengan kepala berat, Dan sungguh, itu menyebalkan. Aku ingin membunuhnya. Suara-suara gaduh di luar sana. Yang dengan sekejap mata bisa membuat aku melayang tinggi ke surga. Tapi, dengan tak kalah cepat membuat aku jatuh hingga terpeleset masuk ke dalam kubangan. Sungguh keparat! Aku ingin membunuhnya. Suara-suara kacau. Berisik! Hingga ingin aku berteriak di telinganya, "Siapa Anda berani meracau di tiap hari saya?". Aku seperti orang tuli yang ingin mendengar. Aku seperti pencipta orkestra yang membenci biola. Aku seperti orang linglung di tengah orang-orang jenius. Dan, aku benci keadaan itu. Aku ingin membunuhnya. Suara-suara yang membuatku merasa demikian. Aku ingin membunuhnya. Suara yang membuat hati ini bergejolak. Ingin muntah. Ingin lari. Ingin hilang. Hin...

what am i doing ?

keteguhanku akhirnya terkalahkan lapisan es yang selama ini aku bangun, ternyata mencair selama panasnya pembangunan itu dan akhirnya, disinilah aku. di rumahku yang nyaman. setelah dulu pernah aku berjanji untuk tidak menginjakkan kakiku disini hingga satu tahun lamanya. mungkin, sebuah pertanyaan besar akan datang padaku. MENGAPA SEBEGITU BESARNYA KAMU MEMBENCI RUMAHMU SENDIRI? bukan. bukan karena aku membencinya. aku malah sangat merindukannya, aku malah sangat senang ada di dalamnya, aku sangat menikmatinya. tapi rumah membuatku malas, tidak produktif, dan aku malah sering terbaring sakit. tapi, aku juga ingin membuktikan bahwa aku bisa ppunya banyak pengalaman lain selama aku menghabiskan liburanku di luar rumah. pengalaman yang berharga. namun, sekarang keteguhan itu tergoyahkan. aku pulang. banyak kemudian yang bertanya-tanya, AKHIRNYA DIA PULANG JUGA? yah .. alibiku selalu berkata aku pulang karena telfon oma. karena aku tidak ingin membuat orang lain kecewa. tapi sebenarnya, j...